Di Negara kita Indonesia tercinta ini, sudah sejak dahulu kala dikenal pengobatan dengan menggunakan tumbuhan-tumbuhan / tanaman yang diolah menjadi berbagai obat-obatan mujarab.
Obat – obatan herba atau yang biasa kita kenal dengan jamu, tetap eksis sampai saat ini bahkan beberapa perusahaan obat modern mulai melirik jamu untuk diolah secara modern.
Bahkan trend menunjukan bahwa saat ini penggunaan obat – obatan herba meningkat tiap tahunnya seiring dengan kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam.
Herba menggunakan berbagai jenis tanaman, mulai dari rumput-rumputan sampai pada pohon besar, mulai dari biji-bijian sampai berbagai mancam buah.
Nah sekarang apa kaitannya antara pengobatan herba dengan energi prana ? Apakah saling bertolak belakang atau kontra indikasi ? Ataukah saling mendukung ?
Sebagaimana kita ketahui sumber energi prana adalah sinar matahari dan udara. Tumbuh-tumbuhan apapun bentuknya selalu terpapar sinar matahari tiap harinya dan bahkan selalu menggunakan sinar matahari untuk menjaga kelangsungan hidupnya -melalui proses fotosintesis. Dengan bantuan matahari tumbuh – tumbuhan memproduksi udara segar / CO2 setelah memproses udara kotor / CO.
Nah, melalui hubungan yang sangat harmonis dan saling menguntungkan itulah dapat dipastikan bahwa tumbuh – tumbuhan mempunyai kandungan energi prana yang besar.
Bagi anda yang pernah belajar prana tentu saja masih ingat bukan, pelajaran pertama dimana kita diminta untuk belajar melihat aura pohon dan belajar mendeteksi besarnya aura pohon tersebut. Bagaimana Aura pada pohon - pohon besar yang anda coba deteksi ? Cukup besar ya….

Hasil foto pohon dengan foto kirlian
Dalam ilmu Prana,sebagaimana telah disampaikan oleh GM Choa Kok Sui, herba yang memiliki banyak prana warna oranye atau prana oranye kuning, maka herba tersebut dikelompokkan ke dalam herba yang bersifat diuretik (merangsang pengeluaran air kencing). Sedangkan herba yang memiliki banyak prana warna biru dikelompokkan ke dalam herba yang bersifat analgesik (penghilang rasa sakit), dan herba yang memiliki prana warna hijau dikelompokkan kedalam jenis herba yang memiliki sifat memecah atau melarutkan.
Sebagai negara yang berada tepat di katulistiwa sudah dipastikan bahwa tumbuh – tumbuhan yang terdapat di Indonesia memiliki banyak sekali energi penyembuhan yang dapat kita gunakan untuk penyembuhan.
Apakah anda berminat mencoba?
GM Choa Kok Sui, memberikan resep kepada kita agar dapat menjaga ketahanan fisik, emosional dan mental sebagai berikut :
“Konsumsilah ginseng cina atau ginseng korea untuk meningkatkan dalam tubuh. Tidak seperti makanan jenis lain, ginseng mengandung ki sintetik yang merupakan energi prana yang sudah terwujud. Mengkonsumsi makanan yang benar, minum cukup air, bernafas dengan benar, cukup olah raga, menjalani hidup sederhana, memiliki sifat tenang dan pikiran jernih serta penuh keyakinan, akan sangat membantu menjaga kesehatan fisik, emosional dan mental” (Golden Lotus Sutras On Pranic Healilng; Possible Miracles, hal 28)
GM Choa Kok Sui juga memberikan amanah kepada para praktisi prana khususnya dan kepada para peneliti umumnya untuk banyak melakukan penelitian akan tanaman - tanaman / herba yang dapat memberikan efek kesembuhan / pengobatan.
Nah atas dasar amanah tersebut, kami akan mencoba memberikan beberapa contoh tanaman yang ada di sekitar kita untuk dapat digunakan sebagai tanaman obat.


Namun secara jujur penulis ingin mengingatkan bahwa penulis belum mendalami penyembuhan dengan herba secara mendalam. Meskipun demikian informasi yang ingin disampaikian sangatlah layak untuk dikembangkan atau diuji lebih lanjut lagi.
Oleh karena itu peran-serta para pembaca sangatlah penulis harapkan.
1 person has left a comment
Terimakasih telah merebak nya pabrik jamu di negara kita, namun kini propagandanya tak segencar beberapa tahun yg lalu sehingga kini tampaknya telah redup kembali. Hingga kebanyakan orang tlh lupa akan kekayaan imdonesia khususnya jamu.