Keluhan – keluhan seperti nyeri, pegal, linu di sendi dan otot-otot adalah keluhan umum dari penderita penyakit reumatik. Penyakit reumatik sendiri terdiri lebih dari 100 jenis. Salah satu jenis penyakit reumatik adalah yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah
Jadi mitos yang mengatakan bahwa jika badan merasa nyeri, pegal, linu di sendi dan otot-otot pasti disebabkan oleh asam urat adalah tidak sepenuhnya benar. karena seseorang yang pada hasil pemeriksaan darahnya menunjukkan kadar asam urat darah yang agak tinggi dan mengeluh nyeri, pegal dan linu di persendian belum tentu menderita penyakit reumatik akibat asam urat, mungkin keluhan tersebut diakibatkan oleh penyakit reumatik jenis lain. Salah kaprah ini tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi hampir diseluruh dunia, terutama di negara berkembang.
Penyakit reumatik yang disebabkan oleh peninggian asam urat dinamakan gout atau pirai.
Pirai atau gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia).
Peradangan sendi bersifat menahun dan setelah terjadinya serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok. Hampir 20% penderita gout / pirai memiliki batu ginjal.
Istilah pirai / gout merupakan kondisi asam urat yang kadarnya terlalu berlebihan di dalam darah, bisa mencapai lebih dari 8 mg/dl. Akibatnya, akan dapat menyebabkan rasa nyeri yang teramat sangat dan sakit dipersendian. Bahkan jika sudah sangat parah, maka si penderita akan sangat sulit untuk berjalan. Karena, kebayakan dari penderita pirai mengalami kerusakan pada sendi dan diakhiri dengan cacat.
Serangan pirai / gout terjadi tanpa diperkirakan atau mendadak dan kebanyakan menyerang pada malam hari. Biasanya, munculnya pirai / gout ditandai dengan adanya serangan berulang pada peradangan sendi yang akut, juga ditemukan pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, adanya kerusakan sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.
Bila dalam keadaan terserang, maka anda dapat melihat sendi-sendi yang terserang akan berwarna lebih merah dibandingkan yang disekitarnya. Juga terlihat lebih mengkilat, membengkak, dan kulit pada bagian atas akan terasa panas disertai dengan adanya rasa nyeri yang hebat, serta sulitnya persendian digerakan.
Serangan pirai / gout pada pertama kali biasanya pada bagian pangkal ibu jari kaki dan seringkali hanya menyerang pada satu sendi saja. Bahkan pada kasus yang kronis dapat ditemukan adanya benjolan yang merupakan hasil tumpukan berupa kapur di lapisan kulit dan disebut sebagai tofus.
Tumpukan itu dapat memberikan pertanda bahwa tubuh kita telah mengalami pengendapan kristal asam urat. Biasanya, seringkali tofus ditemukan pada sendi-sendi yang terdapat di lutut, tumit, siku-siku dan beberapa tempat lainnya.
Pirai / gout sendiri dapat dibagi menjadi dua tingkatan yaitu pirai / gout primer yang paling banyak terjadi yaitu sebanyak 90%. Ironisnya, meski jumlah mereka yang menderitanya tergolong banyak, namun penyebab munculnya pirai / gout primer belumlah diketahui secara pasti.
Biasanya, yang terkena pirai / gout primer adalah laki-laki dengan umur kurang lebih 30 tahun, sedangkan pada wanita pada umumnya yang telah mengalami menopause. Kecendrungan seorang laki-laki untuk terserang gout adalah karena umumnya laki-laki telah memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi di dalam darahnya dibandingkan pada wanita. Sedangkan wanita akan meningkat ketika telah melalui menopause.
Diperkirakan, jumlah mereka yang terserang sekitar 840 orang dari 100.000 orang. Pirai sendiri sangat erat kaitannya dengan adanya obesitas, hipertensi / darah tinggi, hiperlipidemia, dan diabetes melitus ./ kencing manis
Dalam ilmu energi prana, gout /pirai diindikasikan dengan penipisan energi prana pada cakra dasar, cakra solar pleksus dan cakra pusar.
Oleh karena itu perawatan prana yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyapuan umum pada seluruh badan yang dilanjutkan dengan penyapuan setempat pada bagian yang sakit, bagian perut atas dan bawah, pada fisik ginjal, pada cakra dasar, cakra solar pleksus dan cakra pusar.
Perawatan bisa berlangsung sekitar 3 sampai 4 minggu.
*Dikutip dari berbagai sumber
August 23, 2008














Horaayy..there are 3 comment(s) for me so far ;)
kasus_-kasus pirai???????????
Setelah kami baca tentang
Mitos Asam Urat VS Reumatik dan Penanganan Dengan Energi Prana.
Timbul tanda tanya besar ??????
dimana penjelasan tentang penanganan dengan energi prana?
Padahal penjelasan itulah yang kami nantikan, bagaimana cara menggunakan energi prana.
Kami mohon tolong segera jelaskan penggunaan / cara2 memanfaatkan energi prana
Makasih
Pak Muchdori, penjelasan singkatnya ada pada paragraf terakhir. Mengingat penjelasan tersebut adalah untuk konsumsi umum tentu saja kami tidak dapat memberikan penjelasan secara detail. Jika Bp seorang praktisi prana silahkan menghubungi kami lewat email atau Ym sehingga kita bisa berdiskusi lebih lanjut.