Seorang pengidap penyakit diabetes melitus / kencing manis selalu dianjurkan untuk menghindari makan atau mminuman yang manis - manis. Hal ini dimaksudkan agar supply gula ke dalam darah dapat di kontrol.
Atas dasar pemikiran tersebut maka penderita diabetes melitus / kencing manis selalu saja menghindari makanan apapun yang sifatnya manis tanpa mengetahui latar belakang atau asal usul rasa manis tersebut.
Dogma yang ada adalah manis = gula = kadar gula naik
Seorang rekan terapis prana memaparkan fakta yang mengejutkan di dalam sebuah pertemuan prana nasional beberapa waktu yang lalu.
Dia meneliti efek tebu untuk penyembuhan diabetes melitus / kencing manis.

Seperti yang kita ketahui tebu adalah bahan baku dari gula pasir, dan memang sifatnya manis bukan. Kira - kira bagaimana ya seorang penderita diabetes melitus / kencing manis jika mengkonsumsi tebu ?
Dia melakukan penelitiannya terhadap seorang ibu penderita diabetes melitus / kencing manis yang memiliki kadar gula darahnya 400 mg/dldan harus mendapatkan 3 x suntikan insulin perhari.
Ibu tersebut dianjurkan untuk mengkonsumsi air tebu atau memakan 2 jengkal tebu tiap harinya selama 7 sampai 14 hari. Hal ini guna melengkapi perawatan prana yang dilakukannya.
Efeknya, pada hari ke tiga dan ke empat ibu tersebut mengeluhkan rasa sakit dan pegal pada seluruh tubuhnya. Namun demikian ia tetap bermaksud meneruskan terapi ini.
Pada hari ke tujuh sampai hari ke empat belas mulai terjadi perubahan yang drastis. Rasa nyeri dan pegal yang biasanya muncul mulai berangsur hilang. Tidurnya pun menjadi lebih tenang terlebih karena gangguan kencing yang biasanya 5 - 7 kali permalamnya mulai berkurang.
Setelah hari ke empat belas, hasil tes darah yang dilakukan menunjukan hasil yang menggembirakan bahkan oleh dokter yang merawat ibu itu suntikan insulinnya mulai dikurangi 1 x perhari.
Kini sang ibu memiliki kadar darah 145 mg/dl dan sudah dapat menjalani aktifitas normalnya seperti sebelum terjangkit diabetes melitus / kencing manis.
Nah apa ya kira - kira penjelasan yang dapat kita temukan mengenai fakta tersebut ?
Dari sudut pandang prana, dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Tebu / air tebu jika dilihat secara waskita mengandung prana hijau - orange.
- Prana hijau - orange yang masuk ke dalam darah mampu melarutkan dan mengencerkan serta menghancurkan bekuan darah maupun kadar gula yang tinggi.
- Prana yang disuplay mampu meregenerasi pangkreas.
- Prana yang disuplay juga mempunyai efek dekongestan membuang kongesti atau penumpukan prana berpenyakit / prana negatif.
Nah kini tugas kita untuk mengembangkan hasil peneliatian ini. Penulis mengundang rekan - rekan untuk ikut berpartisipasi memberikan masukan atas penelitian ini.
August 1, 2008














Horaayy..there are 2 comment(s) for me so far ;)
Saya penderita diabetes dari tahun 2005 sangat berterima kasih atas informasi ttg terapi penyembuhan atau menurunkan kadar gula dgn tebu, saya akan mencobanya mulai sekarang karna sudah bermacam macam obat yg saya konsumsi tp semuanya belum ada perubahan, kadar gula saya sampai 430 smoga dgn mencoba dgn tebu akan ada perubahan sekali saya ucaplan terimaksih
saya mempuyai ibu, yg terjngkit penyakit diabetes sebenarnya sy mau mencoba, tp keadaan ibu sy sudah parah, apakah sy patut mencobanya.